12/04/2007

FIGUR, Bhirawa 4/12/2007

NIAT INGIN DI KENAL
Menjadi seorang perantau tidak membuat nya cepat putus asa apalagi minder.Sebaliknya, dengan niat ingin terkenal membuat HM. Alyas, SH. Mhum terus berjuang dan selalu membuat gebrakan.Terbukti saat dirinya menjadi mahasiswa di Fakultas Hukum Universitas Putra Bangsa (UPB), anak nomor lima dari tujuh bersudara ini sudah mendirikan Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI).
Awal berdirinya UKKI, menurut pria kelahiran Makasar 15 November 1967 ini tidak semulus yang yang di bayangkan. Rektor UPB yang saat itu dipegang oleh Ki Saleh terus mengawasi sepak terjang dari pengurus UKKI. Para pettinggi UPB khawatir berdirinya UKKI akan menjadi gerakan mahasiswa yang dapat meresahkan otoritas kampus.
Untuk merealisasikan janjinya, Alyas yang juga menjabat sebagai sekretaris konisis D DPRD Surabaya ini mencoba menggelar MTQ ditingkat kampus. Alhasil nya, cukup menakjubkan para dekan-pun acung jempol. "Memang saat itu, hanya kami yang mampu menggelar MTQ, Tak main-main yang hadir dalam membuka acaratersebut kyai besar,"lanjutnya dengan penuh percaya diri.
Karena kepandaiaan nya Alyas sempat mendapatkan beasiswa dari sampurna.Tidak itu saja, pria yang masih betah melajang ini sempat di tawari untuk menjadi asistan dosen.Sebaikany dia dapat menjadi dosen dengan catatan kalau sudah melanjutkan S-2, tentunya dengan didanai oleh kampus.Namun saat itu dirinya menolak.Alsanya, kalau dia berkarir di kampus maka tidak akan mendapatkan pengalaman luas. Sebaliknya, kalau dia berkarir di luar, maka akan mendapatakan ilmu plus pengalaman yang luas.
" Dari keinginan mendapatkan ilmu dang pengalaman sebanyak-banyaknya inilah, akhirnya saya memutuskan untuk berkarir diluar. Dan Alhamdullilah saat itu saat lepas dari S-1 bergabung dalam Himpunan Pengusaha Muslim Indonesia (HIPMI) sebagai sekretaris. Dan inilah awal kariri saya hingga dapat duduk di legislatif," tukasnya.
Menurutnya duduk sebagai anggota dewan bukanlah cita - citanya, sebaliknya, dia ingin menjadi pengusaha sukses.Takdir berkata lain, lebih dari seorang pengusaha sukses ternyata Alyas telah dipercaya Partai Golakr Surabaya untuk menjadi anggota DPRD Surabaya dengan masa jabatan 2004-2009.

12/03/2007

Dewan Tanggapi Dingin Reward APBD, 03/12/2007 Bhirawa

Rencana pemerintah pusat yang akan memberikan reward kepada daerah yang menyelesaikan APBD tepat waktu, ditanggapi dingin oleh dewan. FPDIP misalnya menilai pemberian reward tak sepatunya diberikan.
Mengingat penyelesaian APBD tepat waktu merupakna taggungjawab penuh pemerintah daerah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal terhadap proses pembangunan. " saya kira tak perlu pemerintah pusat nenberikan reward tersebut, justru hal ini akan menjadi kebiasaan jelek bagi daerah yang selama ini bermalas-malasan. Artinya mereka akan giat jika ada penghargaan, jika tidak mereka akan kembali malas.sebaliknya penyelesaina APBD tepat waktu menjadi tangung jawab penuh Pemda kepada masyarakat," tukas wakil ketua FPDIP-Krisnadi Nasution SH Mhum.
Sementara itu anggota fraksi Karya Damai (FKD)-H.M. Alyas SH, Mhum menilai reward tidak akan memiliki arti, jika pemerintah pusat tidak konsisten dalam mnjalakan aturan terkait penyusunan APBD. terbukti dalam tahun 2007, tidak kurang dari tiga aturan mulai PP hingga Permendagri yang terus berubah. Akibat nya banyk pemda yang kebingungan dan akhirnya terpaksa melakukan konsultasi ke pusat. " Reward sebenarnya tak penting, ketika pemerintah pusat tak konsisten menjalan kan suatu produk hukum, Ingat banyak pemerintah dibawah dibuat kebingungan dalam penyusunan APBD yang tentunya berimbas pada penyelesaian dan pengesahan. ini karena pemda harus melakukan koordinasi lebih dahulu ke pusat agar dibelakangnya tak terjadi permasalahan." tungkas 'Vokalis' asal partai Golkar Surabaya ini.

Ditolak 2 Fraksi, Busway Melaju ( Radar Surabaya, 03/12/07)

Penolakan Busway oleh Fraksi Karya Damai (FKD) dan Fraksi Parti Amanat Nasional (FPAN) sepertinya tidak akan menggagalkan proyek tersebut.
Meski dalam pendapat akhir (PA) pada rapat paripurna tentang penetapan APBD tahun anggaran 2008 FKD menolak tegas proyek senilai Rp. 89,9 miliar itu dan FPAN meminta proyek busway ditunda realisasinya, Wali Kota Bambang DH memberikan sinyal tetap mengerjakan busway.
Walaupun diakui busway bukan menjadi satu-satunya alternatif mengatasi kemacetan lalulintas di Surabaya yang makin parah, menurut Wali Kota , busway tetap menjadi alternatif paling baik dari beberapa dari bebarapa alternatif yang ada, ini karena busway yang termurah dari segi biaya dan tercepat dari sisi waktu "Memang busway tak menyelesaikan persoalan,itu betul Tapi itu bagian dari upaya mengatasinya" kata Bambang DH.
Terpisah anggota FKD Muhammad Alyas menyatakan pemkot terlalu percaya diri, seharusnya busway tetap tidak direalisasikan, untuk menguraikan kemacetan lalulintas bisa dilakukan dengan optimalisasi lingkar timur atau Middle East Ring Road (MERR)" Kenapa harus memaksakan diri? kenapa tak mengoptimalkan MERR saja?"kata Alyas.
Ia memperihatinkan proyek MERR yang sudah dikerjakan sejak bertahun - tahun lalu tapi sampai sekarang tidak selesai, padahal seharusnya pemkot mengebut agar MERR terselesaikan. " Kita itu harusnya mikir untuk 100 tahun kedepan. Cepat atau lambat, hari ini atau 100 tahun lagi MERR sangat di butuhkan," tambahnya.

1 2 3 4 Next